Saturday, February 26, 2011

Makam Raja Inggris Diduga Ada di Bawah Lahan Parkir

detail berita
Lahan Parkir di Leicester, Inggris (Foto: Itv, Dailymail)
LONDON - Arkeolog berharap mampu menemukan makam yang hilang dari seorang raja Inggris yang pernah bertahta di abad pertengahan yang diduga berada di bawah sebuah lahan parkir. Para ahli dari Leicester University memulai penggalian untuk menemukan makam Raja Richard III yang diyakini berusia lebih dari 500 tahun.

Dilansir Independent, Sabtu (25/8/2012), para ahli memperkirakan bahwa situs bersejarah dari makam Raja Richard III ini terletak di sebuah lahan yang kini digunakan sebagai tempat parkir mobil untuk kantor dewan di Leicester, Inggris.

Raja Richard III atau Plantagenet (nama keluarga atau garis keturunan raja pada 1154 hingga 1485) terakhir, memerintah Inggris dari 1483 sampai ia dikalahkan dalam pertempuran Bosworth pada 1485. Para ahli meyakini bahwa pakaian yang dikenakan raja itu telah dilucuti serta tubuhnya dilukai, kemudian ia di bawa ke Leicester untuk dimakamkan di gereja Franciscan Friary, yang kini dikenal dengan nama Greyfriars.

Akan tetapi, keberadaan gereja itu kabarnya telah hilang dari waktu ke waktu. Dikabarkan tulang raja itu telah dilemparkan ke River Soar setelah biara di Leicester hancur.

Para arkeolog berharap dapat menghilangkan rumor dan mengungkap lokasi gereja yang sesungguhnya serta sisa-sisa peninggalan raja tersebut. Richard Buckley dari dinas arkeologi di universitas mengatakan bahwa pertanyaan besar bagi peneliti adalah menentukan keberadaan gereja tersebut serta menemukan letak makam Raja Richard III.

"Meskipun dalam banyak cara untuk menemukan sisa-sisa peninggalan raja ditempuh dengan langkah panjang, (namun) ini adalah tantangan bagi kami untuk melakukannya dengan penuh semangat. Tentu saja ada potensi untuk penemuan pemakaman di kawasan tersebut, didasarkan pada penemuan sebelumnya dan posisi postulat (asumsi) dari gereja," jelas Richard Buckley.

Jika sisa-sisa peninggalan atau makam itu ditemukan, arkeolog akan menjalani analisis DNA di universitas untuk mengonfirmasi bahwa mereka telah menemukan Richard III.
~Source~